Cerita Perjalanan 2: Lititz, Mengunjungi Toko Pretzel Tertua di Amerika

Setelah membeli pembatas buku dan dihadiahi buku resep masakan oleh Bu Sue, kami pergi untuk mengunjungi toko bakery Julius Sturgiss, yang berada di kota kecil Lititz, di dekat Amish County. Dibangun pada tahun 1861, toko ini sekarang diurus oleh generasi ke-tiga dan ke-empat dari Pak Julius Sturgiss. Toko ini merupakan toko pretzel pertama di Amerika. Continue reading

Advertisements

Cerita Perjalanan 1: Lancaster, kotanya Kaum Amish

Dua hari sebelum Natal 2013, saya dan teman perjalanan saya, Yuni, mengunjungi Pennsylvania Dutch County. Kota kecil yang berada di wilayah Lancaster, negara bagian Pennsylvania ini terkenal sebagai salah satu kota di Amerika Serikat, yang dihuni oleh kaum Amish, khususnya yang berasal dari peranakan Jerman-Swiss, karena itu disebut Pennsylvania Dutch. Kaum Amish ini unik karena menolak gaya hidup modern. Mereka tidak mau menggunakan listrik, maupun peralatan modern lainnya seperti kamera, mobil maupun telepon genggam. Mereka berpendapat bahwa hal-hal material ini tidaklah sesuai dengan hakikat manusia yang harusnya hidup bisa hidup dengan bekerja sama sertamemenuhi hidupnya dari alam. Hal-hal material seperti uang, listrik maupun teknologi maju mengikis sisi-sisi kemanusiaan ini. Sebagai bentuk penentangan terhadap gaya hidup ini, mereka memilih mengisolasi diri dari kehidupan modern. Continue reading

Tentang Plover

plover |ˈplʌvə|

[noun] a short-billed gregarious wading bird, typically found by water but sometimes frequenting grassland, tundra, and mountains.

Plover. Begitulah aku menamai salah satu sahabat terbaikku ini di HP maupun menceritakannya dalam jurnalku. Bagiku, sahabatku ini seperti burung plover – iya, burung yang akan terbang ke bagian daerah selatan ketika musim dingin tiba itu; terbang tinggi dan melakukan apa yang harus dilakukan, tetapi akan selalu kembali ke rumah, apapun pengertian rumah itu. Sekali ia memantapkan hati melakukan sesuatu, apapun itu, baik itu lomba, melatih debat, mapun makan sayur, ia akan melakukannya dengan sepenuh hati, sebaik mungkin. Continue reading

9 Orang Berpengaruh dalam Hidup Saya

Membaca postingan salah seorang kawan tentang orang-orang berpengaruh dalam hidupnya membuat saya merenungkan kembali mengenai interaksi saya dengan orang lain. I guess, I consider any chance of crossing paths with people to be always magical! Haha, ini kalo lagi bener, nggak ngantuk dan nggak capek 😀 For me, people are made of stardust – of experiences and thoughts – of everything they’ve been exposed to: books they read, movies they watch, ideas and dreams they nurture, and wisdom they grasp. Therefore, meeting people with everything that makes them who they are is always more than a blessing. Who knows what lessons that they’re going to teach us in that exact moment! People change. What makes them who they are, is always fluid. This means that what we may learn that exact moment may be different from a day or two or even years after that moment.

To remember these encounters and how blessed I feel to have crossed path with many people who have taught me many life lessons; I decide to make this list. Well, there are many people actually, but I guess, for now, they’re the first I’d like to share. For some others like Bu Atun, Mas Hendi, Tala, Diana, Bu Farida and Kunto, I’ve mentioned them somewhere in my older posts. For some others like Bu Dwi, Mbak Dinny, Mbak Yaya, Mbak Muna, Kak Aleb, Kak Ivan, Ryan, Vian, P. Niko, Ralph, Tommy, Santi, Mb Retty, Cakshon, Mbak Lilik, etc, I guess I’ll take another time for them. Oh, and I intentionally not mentioning their full name just in case they wouldn’t prefer any other people who google their names to find what I wrote. Continue reading

Betapa Vertikalnya Pertanyaan, Betapa Horisontalnya Jawaban

“Siapa sih yang mendustakan agama? Coba lihat Q.S. Al Ma’un. Mereka itulah yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin (Q. S. 107 : 2-3). Begitulah pertanyaan ini dijawab dalam surat tersebut. Melalui surat ini kita bisa lihat, betapa vertikalnya pertanyaan (tentang agama), betapa horisontalnya jawaban (tentang manusia). Sungguh Islam itu agama yang sangat sosial. Mencintai Tuhan itu mudah: Ia pasti, pasti akan balas mencintai kita, bahkan jika kita belum baik. Akan tetapi mencintai sesama manusia itu sulit, penuh tantangan. Jika kita baik, belum tentu orang akan berbuat baik pula pada kita. Niat kita bisa disalahpahami. Tapi, Islam tetap menganjurkannya. Ya, agar kita juga belajar ikhlas. Berbuat baik pada akhirnya bukan tentang pengakuan manusia, tetapi tentang melakukan yang disenangi Tuhan. Betapa perbuatan yang horisontal, tapi nilainya juga vertikal!”

– Nadia Qonita