Serba Serbi Beasiswa LPDP

Nggak terasa ternyata sudah 2 bulan saya belajar di negerinya Robin Hood ini, Nottingham, dengan beasiswa dari LPDP. To my surprise, ternyata ada banyak teman-teman saya yang belum tahu beasiswa super kece ini. Jadi, coba saya rangkum pertanyaan-pertanyaan yang datang kepada saya ya. Sebenarnya, sudah banyak juga yang menulis tentang apa itu beasiswa LPDP, dan beberapa di antaranya saya jadikan referensi ketika saya mendaftar seperti blog ini: Kak Annisa Riani, Motivasi Beasiswa , dan Tri Hanifa.

Beasiswa LPDP itu apa sih?
Beasiswa LPDP ini berasal dari dana abadi Indonesia, dan merupakan kerjasama 3 kementrian: Kementrian Pendidikan, Kementrian Agama dan Kementrian Keuangan. Dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, makanya terkenal dengan beasiswa LPDP.

Apa saja dana yang di-cover?
Tuition fee, dana buku, living cost (biaya hidup bulanan), tiket PP, dan settlement allowance (dana kedatangan), biaya untuk 1 x seminar internasional (presentasi paper), dan biaya 1x untuk penerbitan jurnal. Juga, ada dana hidup untuk maksimal 2 dependant sebesar masing-masing 25% living cost kita.

Bagaimana alur daftarnya?
Daftar administrasi secara online – pengumuman lolos administrasi – wawancara (LGD, psikotes, wawancara) – pengumuman lolos wawancara – PK

Apa saja beasiswanya?
Beasiswa LPDP ada macam, Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) dan Beasiswa Presiden Republik Indonesia (BPRI). Selain itu ada pula Beasiswa Afirmasi (yang selain beasiswa penuh, juga meliputi pendanaan untuk persiapan bahasa), Beasiswa Tesis Disertasi (mendanai proyek thesis dan disertasi), dan Beasiswa Spesialis Kedokteran. Nah, untuk syaratnya, silakan baca selengkapnya di http://www.lpdp.depkeu.go.id

Apa bedanya BPI dan BPRI?
Dua-duanya sama-sama membiayai kuliah S2 dan S3 full time. Bedanya, kalau BPI, mendanai beasiswa untuk yang ingin berkuliah di 200 kampus terbaik dunia (bisa dilihat di http://www.beasiswa.lpdp.depkeu.go.id/website-lpdp/Daftar-Perguruan-Tinggi-Tujuan-Beasiswa-LPDP.pdf) dan tidak ada kuota pasti, sedangkan untuk BPRI, mendanai untuk yang ingin berkuliah di 50 kampus terbaik dunia (bisa dilihat di http://www.lpdp.depkeu.go.id/wp-content/uploads/2014/04/DAFTAR-50-BESAR-KAMPUS-DUNIA-BPRI.pdf) dan kuotanya hanya 100 orang per tahun.

Apa harus punya LoA (Letter of Acceptance/ Letter of Offer) dulu?
Tidak harus. Banyak teman saya sesama awardee yang belum memperoleh LoA ketika dinyatakan lolos. Tapi, alangkah baiknya ketika daftar, sudah punya bayangan pasti akan kuliah di mana. Kalau saya sendiri, sudah punya LoA – jadi sebelum saya tahu ada beasiswa LPDP, saya sudah dapat LoA.

Kalau belum punya LoA, berapa lama harus cari LoA?
Maksimal setahun setelah PK.

PK apaan sih?
PK adalah persiapan keberangkatan dan program kepemimpinan. Jadi semacam rangkaian seminar dan pelatihan mengenai keLPDPan dan keIndonesiaan.

Kalau universitas yang dituju tidak ada di daftar LPDP, terus gimana?
Yang didanai hanya yang ada di daftar LPDP.

Kira-kira saingannya lebih berat kalau Dalam Negeri atau Luar Negeri?
Tidak ada yang namanya saingan ☺ Selama memenuhi syarat dan kualifikasi LPDP, you’re in!

Kalau saya dari Indonesia Timur, tapi kuliah di Jawa, apakah boleh daftar beasiswa afirmasi?
Ya, asalkan KTP masih KTP Indonesia Timur.

Kalau saya masih ngerjain skripsi dan belum lulus apakah boleh daftar beasiswa LPDP?
Belum. Selesaikan skripsi dulu, sambil pelajari dan usahakan penuhi syarat beasiswanya. Nah, baru setelah lulus, tinggal daftar deh.

Kalau saya belum tes iBT atau IELTS apa saya bisa daftar?
Bisa, LPDP masih menerima ITP TOEFL.

Berapa kali seleksi per tahun? Kapan saja waktunya?
4 kali: periode Maret/April, Juni, September, dan Desember.

Baiknya daftar kapan?
Sekarang! Yups, secepatnya setelah semuanya lengkap. Karena nanti proses aplikasi visa, pencairan dana, persiapan keberangkatan akan makan waktu juga, jadi the sooner the better. Kalau menurut saya pribadi, paling tidak 6 bulan sebelum mulai kuliah. Jadi, misal kuliah mulai September, maka paling tidak dan akan lebih tenang kalau ikut seleksi Maret/April.

Ada ikatan dinas nggak?
Tidak ada. Asal selulus kuliah pulang ke Indonesia, itu sudah cukup.

Apa kunci sukses LGD (Leaderless Group Discussion)?
Duh, waktu saya dulu, belum ada LGD, jadi nggak bisa bilang banyak. Tapi, mungkin lebih ke sebaik dan sesantun mungkin mengungkapkan pikiran kita ya?

Ada tips untuk wawancara?
Waktu itu saya wawancara via Skype karena tidak sedang di Indonesia. Jadi, mungkin kalau yang face-to-face wawancaranya akan lebih berbeda ya. Yang coba saya bilang ke diri saya sendiri adalah: tepat waktu, mencoba senang waktu wawancara, mempelajari esai yang saya tulis lagi, memberi jawaban yang sesuai dengan diri saya, and be yourself! Maksudnya, karena pembawan saya, di wawancara apapun, saya coba sisipkan humor kecil di sela-sela wawancara dan di akhir (ya biar saya nggak stress) juga. But, this doesn’t apply to everyone. Kalau memang merasa lebih nyaman dengan serius, so just do it. Yang saya percaya, apa yang dari hati itu akan sampai benar di hati. Jadi, coba kondisikan merasa senyaman mungkin.

Apa semua peserta harus ikut Program Kepemimpinan (PK)?
Ya.

Semoga sukses! Kalau ada yang salah, mohon masukannya. Kalau ada pertanyaan, monggo, silakan. More than happy to help!

Advertisements

5 thoughts on “Serba Serbi Beasiswa LPDP

  1. Halo mbak menarik sekali info lpdpnya 🙂
    Mau nanya kalo gak bisa mengikuti program kepemimpinan bisa ikut yang batch berikutnya gak?
    Makasih 🙂

    1. Kalo pengalaman beberapa teman yang punya kasus serupa, mereka bisa ganti PK batch berikutnya kalo ada yang bisa diajak tukeran PK. Sarannya sih, kalo mau pindah, coba dikomunikasikan dulu ke PIC PK nya 🙂

  2. info nya menarik mba,salam kenal saya dita
    mba,maaf saya mau tanya
    dulu mba waktu dftr lpdp toefl yang dipakai apa ya?
    ITP,IBT?soalnya adik saya dftr dengan ITP tapi dari LIA
    klo boleh tau mb dulu gmn?trus tes dmn? dan score nya brp?
    maaf ya mba.nanya2
    saya senang klo mb bisa menjawabnya
    terimakasih bnyk
    *adik saya dftr k kyoto univ blm pnya LOA tp sdh ada koresponden dengan profesor di sana

    1. Halo, salam kenal 🙂
      Saya pakai TOEFL iBT (karena kebetulan waktu itu yang saya punya dan masih berlaku ya itu). Tapi untuk mendaftar bisa pakai ITP maupun IELTS.
      Btw, istimewanya LPDP ini, untuk yang BPI sistemnya bukan reference based (kuota berapa, terus diranking diambil sesuai kuota) tapi criterion based (asal memenuhi kriteria ya masuk). Hehe, jadi, jangan khawatir temen-temennya adiknya mbak kualifikasinya gimana. Asalkan fokus pada diri sendiri untuk memenuhi kualifikasi yang disyaratkan LPDP, pasti bisa kok mbak, hehe. Jadi, nggak usah khawatir saingan atau apa 🙂 Nah, untuk syarat dari LPDP tentang skor tes dsb bisa dilihat di sini ya mbak http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-magister-doktor/ (asumsi adik mbak daftar untuk program master/doktoral)
      Untuk tes ITP, ini tempat test resminya mbak http://australiaawardsindo.or.id/files/ITPtestcenter.pdf

      Semoga korespondensinya berjalan lancar dan segera mendapat LoA!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s